Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Jalan Nasional di Lebak Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara Saat Musim Hujan

7
×

Jalan Nasional di Lebak Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara Saat Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Kerusakan jalan nasional By Pass Soekarno-Hatta di Lebak dipenuhi lubang besar saat musim hujan
Lubang besar di ruas By Pass Soekarno-Hatta hingga Rangkasbitung–Pandeglang membahayakan pengendara, terutama saat hujan menutupi kerusakan.

BANTEN | baralaknusantara.com — Kondisi jalan nasional di Kabupaten Lebak, Banten, kian memprihatinkan. Sejumlah ruas utama dipenuhi lubang besar yang membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan ketika genangan air menutupi kerusakan tersebut.

Pantauan di lapangan pada Kamis (5/2/2026) menunjukkan kerusakan parah terjadi di Jalan Raya Nasional By Pass Soekarno-Hatta hingga ruas Rangkasbitung–Pandeglang, jalur vital yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat serta distribusi barang antardaerah.

Lubang-lubang dengan kedalaman sekitar 20 hingga 30 sentimeter tersebar di berbagai titik. Saat hujan turun, lubang tertutup air sehingga sulit dikenali pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengguna sepeda motor.

Salah seorang pengguna jalan, Deni (34), pekerja pabrik asal Pandeglang yang setiap hari melintasi jalur menuju Kecamatan Citeras, mengaku hampir seluruh ruas yang ia lalui mengalami kerusakan.

“Setiap hari saya lewat jalur ini, hampir semuanya rusak. Kalau hujan, lubang tidak kelihatan karena tertutup air, sangat berbahaya,” ujarnya.

Deni menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan berarti. Minimnya penerangan jalan pada malam hari turut memperburuk ancaman keselamatan.

“Harapannya segera diperbaiki, minimal diaspal ulang. Kalau malam hari lebih berbahaya karena gelap,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Hendrik (47), pengguna jalan yang rutin melintas di jalur By Pass Soekarno-Hatta. Ia menilai kondisi jalan semakin mengkhawatirkan karena merupakan akses utama menuju kawasan industri sekaligus jalur penting menuju Jakarta.

“Dari Warunggunung sampai Rangkasbitung arah Cikande banyak sekali lubang. Saat musim hujan, lubang tertutup air dan sering menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara dari luar daerah,” katanya.

Hendrik mengaku beberapa kali menyaksikan kecelakaan di lokasi tersebut, bahkan melibatkan pengendara yang membawa anak kecil.

“Orang mengira jalannya aman, ternyata ada lubang besar. Saya pernah melihat motor sampai jatuh,” tuturnya.

Menurut Hendrik, kerusakan jalan nasional ini sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir dan terus memburuk, padahal jalur tersebut menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sekarang lubangnya makin besar. Ini jalur vital ke Jakarta, harus segera diperbaiki sebelum ada korban jiwa,” tegasnya.

Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah pusat melalui instansi terkait segera melakukan perbaikan agar keselamatan pengguna jalan terjamin serta arus transportasi di jalur strategis tersebut tetap lancar.