Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukrimBeritaLebak

Anak SD Diduga Dicekoki Sinte, Warga Desak Polisi Tangkap Bandar

23
×

Anak SD Diduga Dicekoki Sinte, Warga Desak Polisi Tangkap Bandar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kasus narkoba sinte yang menyasar anak sekolah dasar di Desa Tambak Baya, Cibadak, Lebak
Peredaran narkoba jenis sintetis (sinte) di Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, yang diduga telah menyasar anak-anak usia sekolah dasar. Warga mendesak polisi segera menangkap bandar narkoba. (Gambar: Ilustrasi/Dok.Baralaknusanatara.com)

LEBAK | Baralaknusanatara.com — Peredaran narkoba jenis sintetis atau sinte dilaporkan kian meresahkan warga Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten. Barang haram tersebut disebut telah masuk hingga pelosok kampung dan mulai menyasar kalangan remaja, bahkan anak-anak di bawah umur.

Peristiwa ini mencuat setelah seorang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) diduga menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan keterangan orang tua korban M, Fatwa, anak tersebut dicekoki sinte oleh anak lain yang usianya lebih dewasa. Kejadian itu berlangsung di Kampung Bojong Hilir, Desa Tambak Baya, dan langsung memicu keresahan warga.

Usai kejadian, korban diantar oleh  salahsatu Ustad setempat pulang ke rumah dalam kondisi muntah-muntah, tubuh tidak stabil, serta berperilaku tidak normal layaknya orang mabuk. Orang tua korban mengaku terpukul dan syok melihat kondisi anaknya yang masih belia namun telah terpapar narkoba. Bahkan, korban sempat dibawa ke klinik terdekat untuk diobati.

Baca Juga: SBU Gedung untuk Proyek Lahan: Dugaan Kelalaian di Dinas Perkim Lebak

“Kami sangat terpukul. Anak kami masih SD, belum tahu apa-apa, tapi sudah dicekoki narkoba. Pulang ke rumah muntah-muntah dan seperti orang mabuk,” ujar orang tua korban kepada Baralaknusanatara.com.

Tidak tinggal diam, keluarga korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cibadak.  Dari laporan itu, menurut orangtua korban polisi mengamankan barang bukti berupa dua linting narkoba jenis sintetis yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.

Orang tua korban  menyebut seseorang yang diduga menjadi penyedia narkoba jenis tembakau sintetis hingga kini belum berhasil ditangkap. Namun, pihak kepolisian telah mengamankan dua orang berinisial DM dan YG di Polsek Cibadak untuk dimintai keterangan, karena diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

Baca Juga: Diduga Catut Nama Pejabat BKSDM Lebak, Oknum Ketua LSM JAM Banten Minta Uang Hingga Rp50 Juta ke Kepala Sekolah

“Bandarnya belum tertangkap. katanya alamat bandarya di Desa Cilangkap, Kami berharap polisi benar-benar mengusut tuntas. Jangan berhenti hanya pada pemakai,” tegas orang tua korban.

Dalam peristiwa ini, diketahui terdapat dua korban, masing-masing berinisial FJN dan Ridho, yang diduga sama-sama menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba jenis sinte.

Warga Desa Tambak Baya mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas, transparan, dan tidak tebang pilih. Mereka menilai kasus ini sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi muda, karena telah menyasar anak-anak usia sekolah dasar.

Baca Juga: Pemkab Lebak Tunggu Lampu Hijau BKN untuk Mutasi Pejabat Eselon III dan IV

“Ini bukan lagi kenakalan remaja. Narkoba sudah merusak anak-anak kami. Aparat harus hadir dan bertindak tegas,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Cibadak beserta jajaran belum memberikan keterangan resmi atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis tembakau sintetis yang mengakibatkan seorang bocah kelas 5 SD  keracunan dan sempat dilarikan ke klinik untuk mendapat perawatan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa peredaran narkoba di wilayah pedesaan Kabupaten Lebak telah memasuki fase darurat. Penanganan serius lintas sektor dinilai mendesak demi menyelamatkan anak-anak dari ancaman narkotika.

Editor | Yudistira