LEBAK – Kisah perjalanan hidup sering kali dimulai dari langkah kecil yang penuh kesabaran. Hal itulah yang tergambar dari sosok Umsaroh, seorang perempuan sederhana asal Kampung Pancur, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, yang berhasil menapaki perjalanan karirnya dengan penuh ketekunan hingga menjadi salah satu figur inspiratif di dunia pendidikan dan pemberdayaan UMKM lokal.
Perjalanan karir Umsaroh tidaklah instan. Ia memulai langkahnya di dunia pendidikan sebagai guru bantu, sebuah posisi yang menuntut dedikasi tinggi meski dengan berbagai keterbatasan. Namun berkat kegigihan, disiplin, serta kecintaannya terhadap dunia pendidikan, kesempatan pun datang. Umsaroh kemudian dipercaya menjadi guru tetap dan akhirnya diangkat sebagai ASN tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak.
BACA: Terminal Bayangan dan Parkir Liar Menggurita di Rangkasbitung, Baralak Nusantara Pertanyakan Peran Dishub dan Satlantas
Rekan-rekan sejawat mengenal Umsaroh sebagai pribadi yang humble, ramah, dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan. Sikapnya yang terbuka membuatnya memiliki hubungan baik tidak hanya dengan sesama guru, tetapi juga dengan masyarakat sekitar.
Di tengah kesibukannya sebagai tenaga pendidik, Umsaroh juga memiliki jiwa kreatif dan kewirausahaan. Ia mencoba peruntungan di bidang kerajinan tangan, hingga akhirnya melahirkan sebuah usaha UMKM Batik Canting yang kini semakin dikenal luas.
Tidak disangka, karya batik yang dihasilkan dari tangan kreatifnya mampu menarik perhatian banyak orang. Motif batik yang khas dan memiliki sentuhan artistik membuat Batik Canting diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga sejumlah tokoh dan pejabat di Kabupaten Lebak.
Seiring berkembangnya usaha tersebut, nama Batik Canting pun semakin dikenal sebagai salah satu produk kreatif lokal yang memiliki ciri khas tersendiri.
BACA: Pemkab Lebak Petakan Arah Pembangunan 2027, Fokus Ketahanan Pangan hingga Penanggulangan Kemiskinan
Sementara itu, dalam karirnya sebagai tenaga pendidik, dedikasi Umsaroh kembali mendapat kepercayaan. Ia kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Bojongleles 1, sebuah sekolah yang lokasinya bahkan berada tepat di depan rumahnya di Kampung Pancur.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan komitmen yang ia bangun selama bertahun-tahun mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Tidak hanya aktif di lingkungan sekolah, Umsaroh juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi pendidikan. Saat ini ia dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cibadak, sebuah posisi strategis dalam mendukung koordinasi dan penguatan mutu pendidikan di tingkat kecamatan.
Menariknya, dinamika organisasi profesi guru di wilayah Cibadak juga mulai melirik sosoknya. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pendidik, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PGRI Kecamatan Cibadak mendatang, nama Umsaroh disebut-sebut akan menjadi salah satu kandidat yang digadang-gadang maju sebagai calon Ketua PGRI Kecamatan Cibadak.
BACA: Baralak Nusantara Soroti Dugaan Penurunan Mutu Proyek Jalan Maja–Citeras Senilai Rp5,8 Miliar
Jika hal tersebut benar terjadi, maka langkah itu akan menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya, tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga sebagai penggerak organisasi profesi guru.
Bagi banyak orang di sekitarnya, kisah Umsaroh menjadi bukti bahwa ketekunan, kerja keras, serta kemauan untuk terus berkembang mampu membuka berbagai peluang dalam kehidupan.
Dari seorang gadis kampung yang memulai karir sebagai guru bantu, kini ia dikenal sebagai kepala sekolah, penggerak organisasi pendidikan, sekaligus pelaku UMKM kreatif yang memberi inspirasi bagi masyarakat (red)





















