Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaLebakPendidikan

Dari Papan Kapur ke Layar Digital: Cara SDN 1 Cimenteng Jaya Menyambut Masa Depan

27
×

Dari Papan Kapur ke Layar Digital: Cara SDN 1 Cimenteng Jaya Menyambut Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Kepala SDN 1 Cimenteng Jaya menunjukkan smart board sebagai sarana pembelajaran digital di ruang kelas
Kepala SDN 1 Cimenteng Jaya, Yeni Yuliani, M.Pd, berpose di depan smart board yang mulai digunakan sebagai media pembelajaran interaktif untuk mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di sekolah dasar.

LEBAK | Baralaknusantara.com — Pagi itu, suasana kelas di SDN 1 Cimenteng Jaya tampak berbeda. Tatapan siswa tak lagi tertuju pada papan kapur yang berdebu, melainkan pada sebuah layar digital besar di depan kelas. Gambar bergerak, warna cerah, dan penjelasan visual membuat ruang belajar terasa lebih hidup. Inilah wajah baru pembelajaran di sekolah dasar yang berada di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten.

Tahun 2026 menjadi penanda perubahan bagi SDN 1 Cimenteng Jaya. Sekolah ini menerima bantuan smart board, papan digital interaktif yang perlahan mengubah cara guru mengajar dan siswa belajar. Bagi sebagian siswa, teknologi ini menjadi pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan pembelajaran berbasis layar sentuh.

Di balik layar digital itu, ada semangat para guru yang tak ingin tertinggal oleh zaman. Smart board memungkinkan mereka menggabungkan teks, gambar, video, hingga simulasi sederhana dalam satu kali sentuhan. Pelajaran yang sebelumnya terasa abstrak kini lebih mudah dipahami, terutama bagi siswa sekolah dasar.

Kepala SDN 1 Cimenteng Jaya, Yeni Yuliani, M.Pd, melihat kehadiran smart board bukan sekadar soal fasilitas, tetapi tentang membuka jendela masa depan bagi anak-anak di wilayahnya.

“Anak-anak sekarang tumbuh di era digital. Sekolah harus mampu menjembatani kebutuhan itu. Dengan smart board, pembelajaran menjadi lebih dekat dengan dunia mereka,” ujar Yeni.

Ia mengakui, antusiasme siswa meningkat sejak papan digital digunakan. Mereka lebih berani bertanya, lebih fokus memperhatikan, dan tak lagi cepat merasa jenuh. Guru pun terpacu untuk terus belajar dan beradaptasi dengan metode mengajar yang lebih kreatif.

“Kami bersyukur atas bantuan ini. Bukan hanya membantu guru mengajar, tetapi juga memberi pengalaman baru bagi siswa. Mereka merasa belajar itu menyenangkan,” katanya.

Perubahan itu tidak berhenti di ruang kelas. Pihak sekolah mulai menyiapkan penyesuaian kurikulum berbasis teknologi sederhana dan merencanakan pelatihan internal bagi guru. Tujuannya satu: memastikan teknologi tidak hanya hadir sebagai pajangan, tetapi benar-benar menjadi alat pembelajaran yang berkelanjutan.

Di SDN 1 Cimenteng Jaya, papan digital kini menjadi simbol harapan. Harapan bahwa anak-anak desa pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal teknologi, memahami pelajaran dengan cara yang lebih manusiawi, dan melangkah percaya diri menyongsong masa depan.


Redaksi baralaknusantara.com
Tegas • Faktual • Tajam