LEBAK | Baralaknusantara.com — Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mempercepat peningkatan infrastruktur pengairan untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Pada tahun ini, DPUPR Lebak menjalankan Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) yang difokuskan pada rehabilitasi jaringan irigasi permukaan di tiga wilayah strategis, yaitu DI Heas, DI Bengkok di Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung, serta DI Cijarab di Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber.
Program tersebut menjadi langkah penting pemerintah daerah untuk mengatasi kerusakan saluran, sedimentasi, dan penurunan kapasitas jaringan irigasi yang selama bertahun-tahun memengaruhi stabilitas produksi pertanian.
Kepala DPUPR Lebak, H. Dade Yan Apriyandi, S.ST., M.Si, menegaskan bahwa infrastruktur irigasi yang kuat merupakan fondasi utama keberlangsungan pertanian rakyat.
Baca Juga: DPUPR Lebak Tata Jalan KH. Abdul Latif, Wujudkan Lingkungan Rapi dan Nyaman
“Infrastruktur irigasi yang andal adalah pondasi ketahanan pangan. Kami memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan secara profesional agar pasokan air tetap terjaga dan hasil pertanian meningkat,” ujarnya.
Dengan pendekatan perencanaan teknis yang matang, DPUPR Lebak menargetkan agar seluruh jaringan irigasi kembali berfungsi optimal sehingga petani dapat menanam lebih intensif dan berkelanjutan.
Rehabilitasi DI Heas (55 Ha) — Distribusi Air Kembali Optimal
Lokasi: Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung
Pelaksana: CV. Tatakiat Jaya Mulya
Nilai Kontrak: Rp 418.361.861,66
Durasi Pekerjaan: 60 hari kalender
Ruang Lingkup Pekerjaan
- Rehabilitasi Saluran Type I sepanjang 445,60 meter
- Normalisasi, pembersihan, dan perbaikan konstruksi saluran
- Penataan aliran distribusi untuk meratakan pasokan air
Rehabilitasi DI Heas diperlukan untuk mengatasi sedimentasi dan penurunan struktur yang selama ini menghambat aliran air ke 55 hektare sawah produktif.
Baca Juga: Lebak Target Jadi Sentra Peternakan Domba pada 2027, Disnakkeswan Optimistis Swasembada Daging
Rehabilitasi DI Bengkok (167 Ha) — Menopang Produksi Pertanian Terbesar di Sindangsari
Lokasi: Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung
Pelaksana: CV. Vanz Karya
Nilai Kontrak: Rp 458.252.597,08
Durasi Pekerjaan: 60 hari kalender
Ruang Lingkup Pekerjaan
- Rehabilitasi Saluran Type I sepanjang 962,60 meter
- Perbaikan berbagai bangunan pelengkap: pintu air, bangunan bagi, dan bangunan sadap
- Optimalisasi kapasitas aliran saluran primer dan sekunder
Sebagai jaringan irigasi terbesar di Sindangsari, DI Bengkok memegang peran penting dalam menjamin produksi pertanian yang stabil di Warunggunung.
Rehabilitasi DI Cijarab (100 Ha) — Sumber Pengairan Utama Citorek Sabrang
Lokasi: Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber
Pelaksana: CV. Cikal Mandiri
Nilai Kontrak: Rp 529.456.462,29
Durasi Pekerjaan: 60 hari kalender
DI Cijarab merupakan jaringan irigasi vital yang mengairi 100 hektare lahan pertanian dan menjadi penopang utama mata pencaharian masyarakat Citorek Sabrang.
Ruang Lingkup Pekerjaan
- Pembangunan 1 unit bangunan bendung
- Pembangunan 1 unit bangunan pelimpah
- Pembangunan Saluran Tipe I sepanjang 276,70 meter
- Pembangunan Saluran Tipe II sepanjang 115,00 meter
Pengawasan teknis dilakukan secara ketat oleh Bidang SDA DPUPR Lebak untuk memastikan seluruh konstruksi memenuhi standar kualitas.
Baca Juga: Pemkab Lebak Bangun Sarana Air Bersih di 16 Desa: Langkah Tegas Tekan Stunting dan Kemiskinan Tahun 2025
Manfaat Nyata bagi Petani di Dua Kecamatan
Melalui rehabilitasi DI Heas, DI Bengkok, dan DI Cijarab, pemerintah memastikan manfaat langsung bagi petani, antara lain:
- Stabilitas pasokan air sepanjang musim tanam
- Penurunan risiko gagal panen akibat kekeringan
- Peningkatan indeks pertanaman (IP)
- Distribusi air lebih merata hingga area hilir
- Peningkatan produktivitas dan kualitas panen
- Kenaikan pendapatan serta kesejahteraan petani
- Peluang kerja lokal melalui pola padat karya
Masyarakat Sindangsari dan Citorek Sabrang menyambut positif program ini karena sistem irigasi yang kini lebih baik memberi kepastian untuk mengelola lahan secara optimal.
Bukti Pemerintah Hadir untuk Petani
DPUPR Lebak menegaskan bahwa pembangunan dan rehabilitasi irigasi akan terus menjadi prioritas pembangunan daerah. Infrastruktur pengairan yang andal dinilai bukan hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah.
Melalui rehabilitasi DI Heas, DI Bengkok, dan DI Cijarab, Pemkab Lebak membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang berpihak pada petani dan masa depan pangan daerah.(ADV)












