Lebak, Baralaknusantara.com – Potret buruk infrastruktur kembali terlihat jelas di Kabupaten Lebak. Jalan rusak parah sepanjang kurang lebih 300 meter yang menjadi akses utama menuju SMAN 4 Rangkasbitung, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, hingga kini masih dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan.
Padahal, jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui ratusan pelajar. Saat musim hujan tiba, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin yang mengancam keselamatan siswa, guru, hingga warga sekitar.
Pantauan langsung Baralak Nusantara di lokasi pada Rabu, 11 Februari 2026, menunjukkan kondisi jalan dipenuhi genangan air, lumpur tebal, serta permukaan licin yang menyulitkan kendaraan roda dua maupun pejalan kaki melintas.
Bukan hanya mengganggu kenyamanan, kondisi ini dinilai sebagai ancaman nyata bagi keselamatan generasi muda yang sedang menuntut ilmu.
Salah seorang siswi SMAN 4 Rangkasbitung, Kartika, mengungkapkan keresahannya atas kondisi jalan yang kerap membahayakan pelajar, terutama pada awal pekan.
“Setiap hari kami lewat sini karena ini akses utama. Tapi kalau hujan jalannya becek dan licin. Hari Senin biasanya masih parah karena lumpurnya lama kering,” ujarnya.
Kartika menambahkan, siswa yang berjalan kaki pun turut merasakan dampaknya.
“Bukan cuma di tengah jalan, sampai pinggir juga becek. Yang jalan kaki sering kotor semua,” tambahnya.
Keluhan juga datang dari para orang tua. Nurhayati, salah satu wali murid, mengaku cemas karena anak-anak harus mempertaruhkan keselamatan setiap hari hanya untuk bisa sampai ke sekolah.
“Kami sebagai orang tua sangat khawatir. Harapan kami jalan ini segera diperbaiki supaya anak-anak aman dan nyaman,” katanya.
Baralak Nusantara menilai, rusaknya akses menuju sekolah bukan sekadar persoalan teknis, tetapi bentuk kelalaian serius terhadap hak dasar pelajar atas keamanan dan fasilitas pendidikan yang layak.
Pemerintah daerah dan instansi terkait didesak untuk tidak menunggu jatuhnya korban. Perbaikan jalan menuju SMAN 4 Rangkasbitung harus menjadi prioritas mendesak, bukan sekadar janji di atas kertas.
Karena jika akses pendidikan saja dibiarkan rusak, maka yang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak Lebak.




















