JAKARTA – BaralakNusantara.com – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan menyalurkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri pada tahun 2026.
Anggaran tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp49 triliun.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat perputaran ekonomi nasional melalui belanja negara yang agresif sejak awal tahun.
BACA JUGA: http://Prabowo Tegas: TNI Tak Pernah Langgar HAM, Kritik Standar Ganda Barat
Purbaya menjelaskan, pemerintah memproyeksikan total belanja negara pada kuartal I 2026 akan menembus angka Rp809 triliun. Langkah ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama ekonomi domestik di tengah dinamika global.
“Belanja negara di kuartal I 2026 ini akan mencapai Rp809 triliun,” ujar Purbaya dalam paparannya pada agenda Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Selain belanja rutin seperti THR, pemerintah juga mempercepat program strategis nasional melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan dukungan anggaran sebesar Rp62 triliun, serta mengoptimalkan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan berbagai paket stimulus ekonomi.
Purbaya menegaskan, percepatan belanja negara pada triwulan pertama dilakukan untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan berkelanjutan.
“Jadi kita keluarkan semua belanja yang mungkin di triwulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” ucapnya.
BACA JUGA: http://Transparansi dan Kepastian Hukum Harus Jadi Prioritas
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan pembenahan internal dalam sektor penerimaan negara guna menyeimbangkan agresivitas belanja. Menkeu mengungkapkan telah melakukan restrukturisasi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat kinerja pendapatan negara dan memastikan proses pengumpulan pajak serta kepabeanan berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Purbaya optimistis, sinergi antara percepatan belanja yang terukur dan penguatan sistem penerimaan akan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan fiskal Indonesia sepanjang tahun 2026.

















