Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HeadlineBerita

Abah KH. Elang Mangkubumi Tegas: Pasukan Inti Pagar Nusa Harus Disegani Karena Akhlak, Bukan Ditakuti Karena Kekuatan

5
×

Abah KH. Elang Mangkubumi Tegas: Pasukan Inti Pagar Nusa Harus Disegani Karena Akhlak, Bukan Ditakuti Karena Kekuatan

Sebarkan artikel ini

BARALAKNUSANTARA.COM – Menjadi Pasukan Inti (Pasti) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa bukan semata-mata tentang kemampuan menguasai ilmu bela diri. Di balik status tersebut terdapat amanah dan tanggung jawab besar untuk menjaga ulama, organisasi, masyarakat, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dewan Khos Pengurus Pusat (PP) Pagar Nusa, Abah KH. Elang Mangkubumi, menegaskan bahwa kemampuan bela diri yang dimiliki kader harus ditempatkan sebagai bagian dari pengabdian, bukan sebagai sarana untuk menunjukkan kekuatan.

“Pasukan Inti Pagar Nusa jangan hanya kuat dalam ilmu bela diri, tetapi juga harus kuat dalam akhlak, kedisiplinan dan tanggung jawab. Kemampuan yang dimiliki harus digunakan untuk menjaga, mengayomi dan memberikan rasa aman, terutama kepada para ulama dan masyarakat,” ujar Abah KH. Elang Mangkubumi.

BACA: Abah Elang Mangkubumi Tegas: Tanah dan Laut Serang Bukan untuk Dijual!

Menurutnya, kemampuan bela diri harus berjalan seimbang dengan kemampuan mengendalikan diri. Semakin tinggi ilmu dan kemampuan seorang pesilat, semakin besar pula tanggung jawab moral yang harus dimilikinya.

“Jangan sampai kemampuan silat justru membuat seorang kader mudah terpancing atau menggunakan kekuatan secara sembarangan. Pagar Nusa mengajarkan keberanian yang disertai pengendalian diri. Kita membela yang benar, menjaga kehormatan ulama dan organisasi, serta tetap berdiri untuk kepentingan bangsa dan NKRI,” tegasnya.

Tiga Amanah Besar Pasukan Inti Pagar Nusa

Abah KH. Elang Mangkubumi menyebut terdapat sedikitnya tiga amanah besar yang harus tertanam dalam diri setiap Pasukan Inti Pagar Nusa, yakni menjaga ulama, menjaga organisasi dan menjaga NKRI.

Dalam berbagai kegiatan organisasi, Pasukan Inti memiliki peran strategis, khususnya dalam membantu menciptakan suasana aman dan tertib ketika kegiatan dihadiri para ulama, kiai, tokoh NU maupun masyarakat luas.

BACA: Mukatamar ke-35, Gus Kikin dan Gus Miftah Pimpin PBNU 2026 – 2031

Namun, menurutnya, tugas Pasukan Inti tidak berhenti pada persoalan pengamanan. Setiap kader juga harus mampu menjaga marwah organisasi serta memberikan keteladanan di tengah masyarakat.

“Menjaga ulama adalah bagian dari khidmah. Menjaga organisasi adalah bagian dari amanah. Dan menjaga NKRI adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai warga negara. Tiga hal ini harus melekat dalam diri setiap Pasukan Inti Pagar Nusa,” ujarnya.

Ia mengingatkan para kader agar tidak mudah merasa paling kuat hanya karena memiliki kemampuan bela diri.

Bagi Abah KH. Elang Mangkubumi, ukuran keberhasilan seorang pesilat bukan hanya ditentukan oleh kemampuan bertarung, tetapi juga dari sikap, akhlak, kedisiplinan, kemampuan menghormati orang lain serta seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Ilmu Bela Diri Harus Berjalan Bersama Akhlak

Pagar Nusa selama ini menjadi salah satu wadah pengembangan pencak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kaderisasi Pagar Nusa tidak hanya diarahkan untuk membentuk pesilat yang tangguh secara fisik, tetapi juga kader yang memiliki karakter, kedisiplinan serta nilai-nilai ke-NU-an.

Karena itu, Pasukan Inti diharapkan dapat menjadi teladan bagi kader Pagar Nusa lainnya.

“Kita ingin melahirkan Pasukan Inti yang bukan hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan spiritual. Kalau ilmu silat tinggi tetapi akhlaknya rendah, maka tujuan kaderisasi tidak tercapai,” kata Abah KH. Elang Mangkubumi.

Ia berharap seluruh kader Pagar Nusa terus meningkatkan kemampuan, mengikuti proses kaderisasi dengan sungguh-sungguh dan tidak berhenti belajar.

Menurutnya, menjadi Pasukan Inti bukan sekadar sebuah kebanggaan ataupun simbol kemampuan bela diri, melainkan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada organisasi, masyarakat, ulama dan bangsa.

“Jadilah pesilat yang disegani karena akhlaknya, bukan ditakuti karena kekuatannya,” pungkas Abah KH. Elang Mangkubumi. (Red)

Editor: Yudistira
Ucapan Selamat dan Sukses atas Dikukuhkannya Abah KH. Elang Mangkubumi sebagai Dewan Pakar PB IPSI Periode 2026-2030