Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
LebakBeritaDaerah

Poltekkes Kemenkes Banten Bersama Puskesmas Pajagan Gelar Aksi Germas, Perkuat Pencegahan Stunting dari Hulu

0
×

Poltekkes Kemenkes Banten Bersama Puskesmas Pajagan Gelar Aksi Germas, Perkuat Pencegahan Stunting dari Hulu

Sebarkan artikel ini

LEBAK, BARALAKNUSANTARA.COM – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Banten berkolaborasi dengan Puskesmas Pajagan menggelar Aksi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui pemberdayaan keluarga dan kader dalam upaya pencegahan stunting di Posyandu Desa Binaan Pajagan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dodiklatpur Rindam III/Siliwangi, Jalan Raya Cipanas Km 15, Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan remaja, pemenuhan gizi seimbang, serta pencegahan stunting sejak dini.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Poltekkes Kemenkes Banten, Asnawati; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra; Camat Sajira, H. Subekti; Kepala Puskesmas Pajagan, H. Supardi; serta Kepala Desa Pajagan dan Desa Ciuyah.

BACA:  Wisuda ke-XV Poltekkes Kemenkes Banten: Ratusan Tenaga Kesehatan Muda Siap Melangkah ke Dunia Pengabdian

Sekitar 200 peserta yang terdiri atas kader Posyandu dan remaja putri dari berbagai sekolah di Kecamatan Sajira dan sekitarnya turut mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Asnawati menekankan pentingnya pencegahan stunting melalui intervensi sejak hulu, terutama dengan meningkatkan kualitas kesehatan remaja sebagai calon orang tua.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak cukup dilakukan ketika anak sudah lahir, tetapi harus dimulai jauh sebelum masa kehamilan melalui pemenuhan gizi, pencegahan anemia, dan penerapan pola hidup sehat.

Remaja putri didorong memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, pemenuhan zat besi, aktivitas fisik secara rutin, serta kebiasaan mengonsumsi buah dan sayur. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Perkuat Kapasitas Kader Posyandu

Selain menyasar remaja, kegiatan Germas ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Tim ahli dari Poltekkes Kemenkes Banten memberikan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan kader, termasuk penggunaan alat ukur antropometri secara tepat dan akurat guna membantu mengidentifikasi risiko gangguan pertumbuhan pada balita.

BACA: Bimtek BLUD Rp3 Miliar Lebih Mulai Disorot, Jejak Anggaran Dinkes Lebak Mengarah ke Sejumlah Pertanyaan

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemantauan tumbuh kembang anak sekaligus mempercepat upaya deteksi dini terhadap risiko stunting di lingkungan masyarakat.

Kader juga dibekali keterampilan Komunikasi Antar Personal (KAP) agar mampu menyampaikan edukasi kesehatan secara efektif kepada keluarga, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui.

Materi edukasi mencakup pentingnya pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemberian ASI eksklusif, serta pemahaman mengenai pola asuh yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Keluarga Didorong Menjadi Garda Pencegahan Stunting

Pemberdayaan keluarga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Keluarga didorong berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan gizi anak melalui pengolahan makanan sehat berbasis pangan lokal yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan gizi memadai.

Melalui demonstrasi pengolahan menu sehat, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Pendampingan juga mencakup edukasi pola asuh responsif, perbaikan sanitasi lingkungan rumah tangga, serta pemanfaatan akses air minum yang layak. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko infeksi berulang yang dapat mengganggu pertumbuhan anak.

Dalam pelaksanaannya, Poltekkes Kemenkes Banten berperan sebagai fasilitator akademis sekaligus pelaksana pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan dukungan keahlian klinis, riset terapan, dan media edukasi kesehatan.

Sementara itu, dukungan dari sektor kesehatan daerah dan Puskesmas Pajagan diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan primer, termasuk dukungan tablet tambah darah bagi remaja putri dan suplementasi gizi sesuai kebutuhan serta program yang berlaku.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara institusi pendidikan kesehatan, pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah desa, kader Posyandu, dan keluarga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Penguatan pengetahuan, keterampilan kader, dan keterlibatan keluarga perlu dilanjutkan secara konsisten agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan berkelanjutan hingga tingkat rumah tangga.

Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan memperkuat kesehatan remaja, meningkatkan kapasitas kader, serta membangun kesadaran keluarga tentang gizi dan pola asuh, fondasi bagi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas dapat dipersiapkan sejak dini.

Penulis: Welly

Editor: Yudistira

 

OPINI

Oleh: Yudistira Berbicara tentang pembangunan ekonomi daerah, kita tidak bisa hanya berbicara tentang pemerintah. Dunia usaha memiliki posisi yang sama pentingnya dalam menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan pekerjaan, membuka peluang…

Moch. Nabil Jayabaya - Ketua BPC Gapensi Kabupaten Lebak