LEBAK — Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Lebak dinilai semakin memprihatinkan. Barang haram tersebut disebut tidak hanya beredar di wilayah perkotaan, tetapi telah merambah hingga pelosok desa, kampung-kampung, bahkan kawasan pegunungan.
Ketua Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Kabupaten Lebak, Agus Kobra, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ancaman narkoba terhadap generasi muda tidak dapat hanya dibebankan kepada organisasi atau pegiat anti-narkoba.
“Edukasi dan sosialisasi bukan hanya tugas para penggiat anti-narkoba. Seluruh elemen masyarakat harus mengambil peran aktif, terutama para orang tua,” ujar Agus Kobra. Minggu (16/8/26).
Ia menegaskan, narkoba merupakan musuh bersama yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Peredaran Disebut Mulai Menjangkau Pelosok
Agus mengungkapkan, masyarakat di sejumlah wilayah pelosok Kabupaten Lebak kini mulai mengenal dan terpapar narkotika maupun obat-obatan terlarang.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman peredaran narkoba semakin luas dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Selain persoalan peredaran, Agus juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan maupun perlindungan dari oknum tertentu yang dinilai dapat memperparah persoalan narkoba di wilayah Kabupaten Lebak.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai narkoba semakin masuk ke lingkungan masyarakat dan merusak generasi muda,” katanya.
GANN Lebak Perkuat Langkah Preventif
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, GANN Kabupaten Lebak terus melakukan berbagai langkah preventif. Salah satunya melalui penyuluhan dan edukasi kepada kalangan pelajar di sekolah-sekolah.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta dampak buruknya terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan mereka.
Selain menyasar lingkungan sekolah, GANN Lebak juga berupaya membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta memberikan edukasi kepada masyarakat secara lebih luas.
Agus menilai komunikasi dan kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan potensi penyalahgunaan narkoba.
Orang Tua Jadi Benteng Utama
Agus Kobra juga menekankan pentingnya penguatan peran orang tua dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang dapat melakukan pengawasan sekaligus memberikan pemahaman kepada anak mengenai bahaya narkotika.
“Orang tua harus menjadi benteng utama. Pengawasan dan komunikasi dengan anak harus diperkuat agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang dapat membawa mereka kepada narkoba,” tegasnya.
Ia berharap seluruh masyarakat Kabupaten Lebak tidak bersikap apatis terhadap persoalan narkoba. Kepedulian masyarakat, menurutnya, sangat dibutuhkan agar peredaran narkotika dapat dicegah sedini mungkin.
GANN Kabupaten Lebak pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan sehat, sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Redaksi Barak Nusantara




















