LEBAK, BARALAKNUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pengelolaan persampahan. Komitmen tersebut mendapat dukungan melalui kunjungan Central Project Management Unit (CPMU) Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) Kementerian Dalam Negeri ke Kabupaten Lebak.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pemantauan, evaluasi, sekaligus pendampingan terhadap pelaksanaan Program LSDP guna memastikan peningkatan kualitas pelayanan persampahan di daerah berjalan sesuai sasaran dan target yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan tersebut, CPMU melakukan koordinasi dan diskusi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan persampahan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penguatan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
BACA: DLH Lebak Perkuat Arah Pembangunan Berkelanjutan, 47,95 Persen Wilayah Alami Tekanan Daya Dukung Air
Sejumlah aspek strategis menjadi pembahasan, mulai dari kondisi eksisting pengelolaan sampah, penguatan kelembagaan, ketersediaan sarana dan prasarana, pembiayaan operasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga optimalisasi pendapatan daerah melalui retribusi pelayanan persampahan.
Penguatan Pembiayaan Jadi Perhatian
Salah satu poin penting dalam pendampingan tersebut adalah penghitungan kebutuhan biaya ideal pengelolaan sampah secara komprehensif.
Hal ini dinilai penting karena pelayanan persampahan membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai, mulai dari proses pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir sampah.
Dengan perencanaan pembiayaan yang tepat, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memastikan keberlanjutan operasional pengelolaan persampahan.
Di sisi lain, optimalisasi retribusi pelayanan persampahan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Pengelolaan retribusi yang lebih terukur, transparan, dan akuntabel diharapkan dapat mendukung pembiayaan pelayanan secara berkelanjutan.
Partisipasi Masyarakat Menjadi Kunci
Selain penguatan aspek kelembagaan dan pembiayaan, keberhasilan pengelolaan sampah juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Kesadaran untuk mengurangi timbulan sampah, melakukan pemilahan sejak dari sumber, serta memenuhi kewajiban pembayaran retribusi sesuai ketentuan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif.
Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar persoalan persampahan dapat ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.
DLH Lebak Dorong Pembenahan Sistem Persampahan
Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong berbagai langkah pembenahan dan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan persampahan.
Upaya tersebut mencakup peningkatan efektivitas operasional armada pengangkutan, optimalisasi sarana dan prasarana, pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta penguatan sistem pendataan dan pemungutan retribusi pelayanan persampahan.
BACA: DLH Lebak Bantah PAD Bocor: Tonase Sampah Masih Ditaksir, Jembatan Timbang Menunggu TPST Modern 2027
Kunjungan CPMU Program LSDP Kemendagri diharapkan dapat memberikan masukan, arahan, dan rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mengidentifikasi berbagai tantangan sekaligus merumuskan langkah percepatan peningkatan kualitas pelayanan.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Program LSDP menjadi peluang penting untuk mendorong tata kelola persampahan yang lebih profesional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Melalui pendampingan dan evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan persampahan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Lebak Bersih Bukan Sekadar Harapan
Peningkatan kualitas pengelolaan sampah bukan hanya menyangkut persoalan teknis pengangkutan dan pembuangan, melainkan juga berkaitan erat dengan kualitas kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta wajah pembangunan daerah.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor, dukungan pembiayaan, penguatan kelembagaan, dan kesadaran masyarakat harus berjalan beriringan.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berupaya mewujudkan pelayanan persampahan yang semakin baik demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak
Bersama Mewujudkan Lebak Bersih dan Berkelanjutan. (ADV)





















