Lebak – Tanah longsor terjadi di ruas jalan Cipanas–Ciparay tepatnya di STA 42+700 kawasan Gunung Halimun Salak, Desa Citorek Kidul, Kabupaten Lebak. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan sempat menutup sebagian badan jalan sehingga menghambat arus lalu lintas kendaraan.
Menanggapi kejadian tersebut, tim dari UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Lebak, DPUPR Provinsi Banten, bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi material longsor.
BACA: Baralak Nusantara Ungkap Dugaan Korupsi Rp87,6 Miliar di Dinas PUPR Banten: Arlan Marzan Kembali Disorot

⁸Dengan menggunakan alat berat, petugas langsung membersihkan tumpukan material yang menutupi akses jalan agar jalur dapat kembali dilalui masyarakat.
Kepala Seksi UPTD PJJ Lebak, H. Firman, mengatakan pihaknya segera menerjunkan personel setelah menerima laporan adanya longsor di kawasan tersebut.
“Begitu menerima informasi adanya longsor, kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan agar akses jalan bisa segera kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama,” ujar H. Firman.
Ia menambahkan, saat ini kondisi jalur sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
BACA: Baralak Nusantara Soroti Dugaan Penurunan Mutu Proyek Jalan Maja–Citeras Senilai Rp5,8 Miliar
“Kami mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati, terutama saat melintasi daerah rawan longsor di musim hujan seperti sekarang,” tambahnya.
Berkat kerja cepat petugas di lapangan, arus lalu lintas di ruas Cipanas–Ciparay kini kembali lancar dan normal.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di wilayah perbukitan dan pegunungan Kabupaten Lebak saat intensitas hujan meningkat. (Red).
Editor: Yudistira




















