Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
INVESTIGASIDaerahPeristiwa

Revitalisasi SMPN 4 Gunungkencana Rp953 Juta Disorot, Dugaan Ketidaksesuaian Spek dan Munculnya Sosok WN di Balik Pelaksanaan Proyek

3
×

Revitalisasi SMPN 4 Gunungkencana Rp953 Juta Disorot, Dugaan Ketidaksesuaian Spek dan Munculnya Sosok WN di Balik Pelaksanaan Proyek

Sebarkan artikel ini

INVESTIGASI KHUSUS (Bagian I)

LEBAK – Proyek Revitalisasi SMP Negeri 4 Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sekitar Rp953.953.000, mulai menuai sorotan.

Hasil penelusuran tim investigasi Baralaknusantara.com di lokasi pembangunan pada Selasa (7/7/2026) menemukan sejumlah fakta lapangan yang memunculkan pertanyaan mengenai mutu pelaksanaan pekerjaan serta tata kelola proyek yang dikerjakan melalui skema Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Dari pengamatan langsung, pekerjaan struktur beton bertulang yang sedang berlangsung diduga belum sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis. Pada beberapa titik kolom bangunan, jarak pemasangan sengkang (cincin besi pengikat tulangan) tampak lebih renggang dibanding praktik konstruksi yang lazim diterapkan berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi teknis.

Dalam konstruksi bangunan, sengkang memiliki fungsi penting untuk mengikat tulangan utama, menjaga kekuatan kolom terhadap gaya geser, serta meningkatkan ketahanan struktur terhadap beban. Karena itu, kesesuaian jarak pemasangan sengkang menjadi salah satu aspek yang lazim diperiksa dalam pengawasan pekerjaan konstruksi.

Ketika temuan tersebut dikonfirmasi, Kepala SMP Negeri 4 Gunungkencana mengakui bahwa pekerjaan pada bagian tersebut telah diperbaiki.

“Saat ini sudah diperbaiki, insya Allah sesuai dengan spek yang ada,” ujar Kepala Sekolah kepada wartawan.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perbaikan pada pekerjaan yang menjadi perhatian. Namun demikian, masih diperlukan verifikasi lebih lanjut terhadap dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, serta hasil pemeriksaan pihak yang berwenang untuk memastikan kesesuaian pekerjaan secara menyeluruh.

Penelusuran Mengarah pada Dugaan Pengendali Lapangan

Investigasi Baralaknusantara.com tidak berhenti pada aspek teknis pembangunan.

Dari hasil wawancara dengan sejumlah warga sekitar lokasi proyek serta keterangan yang diperoleh dari narasumber internal sekolah, muncul informasi bahwa proses pengadaan material hingga pelaksanaan pekerjaan diduga dikendalikan oleh seorang pengusaha lokal yang dikenal dengan inisial WN.

Keterangan tersebut disampaikan secara terpisah oleh beberapa sumber.

“Semua yang datang ke lokasi diarahkan untuk menemui WN,” ujar salah seorang sumber internal sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Informasi tersebut kemudian diperkuat oleh warga sekitar yang menyebut nama yang sama sebagai pihak yang aktif mengatur aktivitas pekerjaan di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, Baralaknusantara.com belum memperoleh konfirmasi langsung dari WN, sehingga informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dari yang bersangkutan.

Jika informasi tersebut benar, maka muncul sejumlah pertanyaan yang layak dijawab secara terbuka.

Sebab berdasarkan papan informasi proyek, pelaksanaan revitalisasi dilakukan oleh P2SP SMP Negeri 4 Gunungkencana. Dalam mekanisme tersebut, P2SP memiliki tanggung jawab mengelola pembangunan sesuai ketentuan program pemerintah.

Apabila terdapat pihak lain yang mengendalikan pengadaan material maupun pelaksanaan pekerjaan, publik berhak mengetahui dasar kewenangan, mekanisme penunjukan, serta bentuk hubungan pihak tersebut dengan P2SP.

Pertanyaan lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana sistem pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara senilai hampir satu miliar rupiah itu dijalankan sejak pekerjaan dimulai.

Siapa yang melakukan pengawasan harian?

Apakah konsultan pendamping telah menjalankan fungsi pengendalian mutu?

Apakah seluruh tahapan pekerjaan telah diperiksa sebelum dilaksanakan?

Dan jika memang sempat ditemukan pekerjaan yang kemudian diperbaiki, sejauh mana pengawasan dilakukan sehingga kondisi tersebut dapat terjadi?

Semua pertanyaan tersebut memerlukan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Baralaknusantara.com Akan Menelusuri Lebih Lanjut

Sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip jurnalisme investigasi yang berimbang, Baralaknusantara.com akan terus melakukan penelusuran terhadap proyek revitalisasi ini.

Tim investigasi akan menelusuri:

  • mekanisme pembentukan dan kewenangan P2SP;
  • proses pengadaan material;
  • siapa sebenarnya sosok WN dan apa perannya dalam proyek tersebut;
  • sistem pengawasan proyek oleh instansi terkait;
  • serta kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan dokumen teknis dan ketentuan yang berlaku.

Media ini juga membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan, termasuk Kepala SMP Negeri 4 Gunungkencana, P2SP, WN, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait lainnya, agar pemberitaan tetap memenuhi prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Bersambung ke Bagian II: Menelusuri Peran P2SP, Mekanisme Pengadaan Material, dan Siapa Sosok WN di Balik Proyek Revitalisasi SMPN 4 Gunungkencana.)

Reporter: HUDRI Editor: Yudistira